Minggu, 16 Oktober 2011

Sistem Informasi Rujukan yang Terintegrasi

Sumber: http://msnbc.msn.com
Permasalahan utama sektor kesehatan di Indonesia tidak terlepas dari faktor infrastruktur layanan kesehatan yang belum memadai dan merata di seluruh wilayah negara tercinta ini. Masih terpusatnya sarana layanan kesehatan yang memadai hanya di kota-kota besar saja merupakan salah satu penyumbang masih tingginya angka kematian bayi, balita maupun ibu. Awal dari permasalahan tersebut adalah terlambatnya proses penanganan khususnya di daerah-daerah terpencil. Pada saat pasien datang ke pusat layanan kesehatan daerah, dan ternyata daerah tersebut tidak memiliki peralatan yang memadai, maka mau tidak mau pasien tersebut haruslah dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai. Akan tetapi permasalahan tidaklah selesai sampai dengan fase tersebut, pada saat tiba di rumah sakit rujukan ternyata masalah lain muncul, yaitu terbatasnya kapasitas tempat untuk menangani pasien tersebut. Sehingga pasien yang bersangkutan harus kembali dirujuk di rumah sakit lain yang belum bisa dipastikan apakah rumah sakit tersebut mampu menangani atau tidak.

Memang selama ini bukan berarti proses merujuk pasien dari satu tempat ke tempat yang lain tidak melibatkan teknologi informasi dan komunikasi, walaupun masih menggunakan media telepon. Penggunaan media telepon ini baru sebatas kepada "information exchange" khususnya berhubungan dengan kapasitas dan kemampuan pusat layanan kesehatan dalam menangani pasien rujukan tersebut. Masalah yang timbul adalah tidak terjaminnya akurasi informasi yang diberikan.

Solusi sederhana yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah adanya suatu layanan informasi (khususnya berkenaan dengan kapasitas dan fasilitas yang dimiliki) dari semua pusat layanan kesehatan. Hal ini akan dapat mempercepat proses penentuan tempat mana yang harus dituju oleh pasien yang akan dirujuk. Sehingga secara tidak langsung dapat menyelamatkan nyawa dari pasien tersebut dan juga apabila kita lihat dari waktu proses merujuk akan timbul efisiensi waktu yang berdampak langsung pada efisiensi biaya, sehingga pasien tidak dibebankan biaya proses rujukan yang tinggi selain biaya perawatan di tempat rujukan nantinya.

Sumber:  
Firdaus, O.M., & Zakiyyah, E.R., Model Konseptual E-Health Untuk Departemen Ilmu Kesehatan Anak di Indonesia, Seminar Teknik Informatika & Sistem Informasi (SETISI) 2011, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 24 September 2011.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar